Tuesday, 03 February 2009

PEMBERITAHUAN PURNATUGAS PANITIA FESTIVAL KESENIAN YOGYAKARTA (FKY)
XIX 2007 – XX 2008

************************************************************************************
ANNOUNCEMENT OF THE TERMINATION PERIOD OF COMMITTEE OF FESTIVAL
KESENIAN YOGYAKARTA (FKY) XIX 2007 - XX 2008

[please scroll down for English]


Dua tahun terakhir, 2007-2008, Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) yang
ke-XIX  dan ke-XX mengangkat tema "Anak Muda dan Keberagaman / Youth
and Diversity" dan "The Past is New: Masa Lalu Selalu Baru". Bagi kami
Panitia FKY XIX 2007-XX 2008 adalah suatu kebanggaan tersendiri telah
menyelenggarakan festival yang selama dua tahun berturut-turut kami
upayakan untuk mampu menjadi perayaan ekspresi seni yang dinikmati
oleh masyarakat Yogyakarta pada khususnya, serta para pecinta
Yogyakarta (wisatawan domestik dan asing) yang berada di Yogyakarta
pada masa puncak liburan dalam masa penyelenggaraan FKY di dua tahun
tersebut.

Penyelenggaraan FKY XIX 2007 dan FKY XX 2008 tidak mungkin dapat
terlaksana dengan baik tanpa kerja sama, partisipasi, dan dukungan tim
Panitia terlibat, para seniman peserta (baik dari dalam maupun luar
negeri), pihak sponsor, serta mitra penyelenggara. Tidak terkecuali
elemen-elemen layanan publik yang secara khusus telah begitu intens
mendukung penyebarluasan informasi FKY, seperti: media
elektronik-cetak-dan online, hotel-hotel, restoran, kedai makan dan
minum, internet café, pasar swalayan, armada taksi dan bus kota, serta
toko-toko yang memiliki pengunjung setianya masing-masing. Partisipasi
pihak-pihak tersebut memungkinkan khalayak umum di Yogyakarta
mengetahui program yang telah kami rancang untuk mereka datangi dan
nikmati secara maksimal.

Profil dan dokumentasi FKY bertema "Anak Muda dan Keberagaman / Youth
and Diversity" (2007) dan "The Past is New: Masa Lalu Selalu Baru"
(2008) masih dapat Anda akses melalui website
www.festivalkesenianyogyakarta.com

Kami telah menjalin kerja sama yang apik dengan lembaga dokumentasi
seni visual IVAA / Indonesian Visual Art Archive
(www.ivaa-online.org), sehingga dokumentasi cetak, foto, dan video FKY
XIX 2007 dan FKY XX 2008 tersimpan dengan baik dan dapat diakses oleh
publik yang membutuhkannya.

Selanjutnya, penyelenggaraan FKY XXI 2009 dan seterusnya akan dikelola
oleh Dinas Kebudayaan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan
kontak detail sebagai berikut:
Dinas Kebudayaan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Jalan Cendana No.11, Kota Yogyakarta
Tel. +62 (0)274 562 628, 564 945; Fax +62 (0)274 564 945
Email: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it ; Website: www.disbudpar-diy.go.id

Sekali lagi, terima kasih atas kerja sama, partisipasi, dan dukungan
Anda sekalian.

Hormat kami,
PANITIA FKY XIX 2007 – XX 2008
Aji Wartono (Direktur Eksekutif)
Agung Kurniawan (Direktur Artistik)
Yustina W. Neni (Bendahara)
Aisyah Hilal (Sekretaris Senior)
Endah Sri W. Handayani (Sekretaris Junior FKY XIX 2007)
Melisa Angela (Sekretaris Junior FKY XX 2008)
Ikun SK (Internal Research)
Ratna Mufida (Media & Publikasi)

************************************************************************************
ANNOUNCEMENT OF THE TERMINATION PERIOD OF COMMITTEE OF FESTIVAL
KESENIAN YOGYAKARTA (FKY) XIX 2007 - XX 2008

For the last two years, FKY XIX 2007 – FKY XX 2008 had particular
themes "Anak Muda dan Keberagaman / Youth and Diversity" and "The Past
Is New: Masa Lalu Selalu Baru". We, the Committee of FKY XIX 2007 and
FKY XX 2008, are proud of organizing the festival for two consecutive
years, in which we strived to hold the art festivities enjoyed by the
people of Yogyakarta in particular, and the Yogyakarta lovers (both
domestic and foreign tourists) who chose Yogyakarta as their
destination during the peak holiday, the timeframe on which the FKY
programs had been held.

The FKY XIX 2007 and FKY XX 2008 could not be realized well without
the cooperation, participation, and the support of the people
involved: the team worked with The Committee, the participating
artists (both Indonesian and foreign artists), the sponsors, as well
as partner organizations. No exception elements of the public services
that had been specifically so intensively supporting FKY for the
dissemination of information, such as: mass media
(electronic-print-online), hotels, restaurants, restaurants and café,
internet café, supermarkets, taxi and bus fleet of the city, as well
as shops that have their loyal visitors and customers. These
Yogyakarta's public stakeholders allow the people in Yogyakarta to
know about FKY programs and schedules to visit and enjoy.

Please feel free to browse the profile and documentation of "Anak Muda
dan Keberagaman / Youth and Diversity" (FKY XIX 2007) and "The Past Is
New: Masa Lalu Selalu Baru" (FKY XIX 2007) through the website:
www.festivalkesenianyogyakarta.com

We have also been in excellent partnership with the visual art
organization IVAA / Indonesian Visual Art Archive
(www.ivaa-online.org), in order to store the comprehensive
documentations (printed, photos, and video) of FKY XIX 2007 and FKY XX
2008, which can be accessed
by the public who need the information.

For the next FKY XXI 2009 and so forth, the organization of the
festival will be handled by DINAS KEBUDAYAAN PROPINSI DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA, with contact details are as follows:
Dinas Kebudayaan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Jalan Cendana No.11, Kota Yogyakarta
Tel. +62 (0)274 562 628, 564 945; Fax +62 (0)274 564 945
Email: This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it ; Website: www.disbudpar-diy.go.id

Again, we thank you very much for your cooperation, participation, and support.

Kind regards,
The Committee of FKY XIX 2007 – XX 2008
Aji Wartono (Executive Director)
Agung Kurniawan (Artistic Director)
Yustina W. Neni (Treasurer)
Aisyah Hilal (Senior Secretary)
Endah Sri W. Handayani (Junior Secretary FKY XIX 2007)
Melisa Angela (Junior Secretary FKY XX 2008)
Ikun SK (Internal Research)
Ratna Mufida (Media & Publication)

 
Monday, 04 August 2008

Image

METRO CLUB mempersembahkan:
"DELEILAH, Tak Ingin Pulang dari Pesta"
[Untuk 18+]


Pada Hari Rabu, 6 Agustus 2008 dan Kamis, 7 Agustus 2008
Pukul 20.00 WIB (pintu ditutup pukul 19.45 WIB)
Di Gedung Societeit Militaire - Taman Budaya Yogyakarta (TBY)
Jl. Sriwedani No. 1 Yogyakarta
 
HTM:
Rp. 10.000,- untuk mahasiswa atau waria
Rp. 15.000,- untuk umum
Tiketing & pemesanan:
Sekretariat FKY – Kompleks TBY
Telp. 0274-587712
HP. 0818 0405 4271 (neni)
 
Pemain: Kusuma Ayu, Arum Marischa, Maria Alda Novika, Chaty Claudia, Tika Aurora, Yorra Anastasyatutie, Hana Calista, Githa Veronica, Muhammad AB, Rendra Bagus, Surie Cuwie Inalia, Apriyanti, Wisnu Aji, Jamaluddin Latif, Ani Himawati, Sisilia Asih Mulyani, Alex Suhendra, Guntur Yudho.

Menampilkan lagu-lagu: Mock Me Not | Oh Nina | Melancholic Bitch
 
Penata Musik: Arie Wulu | Pelatih & Arr. Vokal: Panca Sona Aji | Penata Artistik: The Clinkerbells | Stage Manager: Novindra K. Dhiratara | Ass. Sutradara: Rendra Bagus | Pimpinan Produksi: Aniek Rusmawati | Naskah: Puthut EA

Disutradarai oleh: Joned Suryatmoko
 
 
Teater Musikal DELEILAH adalah acara terakhir dari keseluruhan programa Festival Kesenian Yogyakarta XX 2008, yang telah berlangsung sejak tanggal 7 juni 2008. FKY adalah program Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang rutin digelar setiap tahun.
 
Pertunjukan Teater Musikal DELEILAH didukung oleh: HIVOS People Unlimited

Read more...
 
Sunday, 23 March 2008

Deleilah, Tak Ingin Pulang dari Pesta
6-7 Agustus 2008, Gedung Societet Militer (Taman Budaya Yogyakarta)

Penulis Naskah: Puthut EA. Sutradara: Joned Suryatmoko

Deleilah, tak ingin pulang dari pesta, adalah sebuah pertunjukan teater yang akan menjadi salah satu program kegiatan FKY XX 2008. Dalam pementasan ini kehidupan transseksual sebagai bagian dari realitas jaman hendak dijadikan tema cerita. Dalam khasanah sastra Jawa: serat Centhini, Cebolek, Gatholoco, transseksual telah dipercakapkan secara leluasa sebagai bagian kehidupan yang wajar, sedangkan pada saat ini, transseksual dianggap sebagai perilaku menyimpang dan didiskreditkan. Fenomena transseksual ini nyaris muncul dalam setiap latar budaya, seperti Bissu di Bugis, pemain Ludruk dan Warok di Jawa Timur.

Dalam tradisi Jawa transseksualitas adalah sebagian dari kehidupan yang diterima dengan mendua. Sebagian menerima, sedangkan sebagian lain menolaknya dengan sengit. Akan tetapi tradisi itu tetap berjalan dengan caranya sendiri. Sebagai tradisi yang terpinggirkan, seni yang berangkat dengan tema ini akan membawa penonton pada kesadaran-kesadaran baru: sebuah dunia lain, jender ketiga yang terus hidup membayang-bayangi kedua jender utama; laki-laki dan perempuan.
Dalam program ini fenomena transseksual itu akan diangkat sebagai tema. Tema akan diaktualisasikan dalam bentuk keikutsertaan para “aktros” (aktris-aktor) dalam pertunjukan. Aktros adalah istilah yang ditunjukkan pada kemenduaan eksistensi fisiologis dan psikologis: sosok yang bertubuh pria dengan attitude keperempuanan. Selain keberadaan aktros sebagai aktualisasi tema, narasi yang disampaikan pun akan bergerak dari soal-soal yang menjadi problem kehidupan kaum aktros ini.

Pertunjukan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk melihat para waria itu sebagai seseorang dengan kapasitas sebagai seniman panggung. Program ini bukan semata-mata sebagai tindak kampanye, akan tetapi juga untuk membawa persoalan kewariaan pada tahap selanjutnya yaitu sebuah penerimaan yang tulus atas jender ketiga itu.

SINOPSIS:

Deleilah, sebuah grup penghibur yang selalu bisa menunjukkan kepiawaian menyanyi dan menari, sedang moncer-moncernya. Grup ini diawaki oleh tiga waria: Rossie, Luna, dan Happy. Keberhasilan grup ini tidak luput dari hasil besutan Dedi, si manajer grup. Dan kelompok ini mendulang sukses di sebuah panggung di dalam sebuah kelab bernama Metro Nite Club, yang dimiliki oleh Brian. Bagi Metro, Deleilah adalah aset, dan bagi Deleilah, Metro adalah panggung yang sempurna, yang mempopulerkan nama grup ini. Metro dan Deleilah, hadir untuk saling melengkapi.

Read more...
 
Tuesday, 29 April 2008

 7000 orang per hari, target pengunjung Pasar Raya FKY XX 2008

Image 

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pasar Raya FKY XX 2008 akan diselenggarakan bersama dua mitra terdekat, yakni; Benteng Vredeburg dan Taman Budaya Yogyakarta [TBY]. Mengingat dua lokasi tersebut berdampingan maka akses masuk yang menghubungkan dua lokasi tersebut akan dibuka seluasnya untuk penyelenggaraan Pasar Raya sehingga kegiatan-kegiatan dalam rangkaian Pasar Raya dapat berlangsung maksimal secara harmonis dan terintegrasi.

Read more...
 
Friday, 25 April 2008

Pasar Raya FKY XX 2008 Siapkan 158 stand

Sebanyak 213 stand dipersiapkan oleh Panitia Pasar Raya FKY XX 2008. Stand yang akan didirikan di Benteng Vredeburg dan Taman Budaya Yogyakarta tersebut ditawarkan dengan harga; Rp.1.500.000,00.

Sebagai rangkaian kegiatan Festival Kesenian Yogyakarta XX 2008, Pasar Raya FKY adalah pengganti program yang sebelumnya dikenal sebagai Pasar Seni. Bambang “Toko” Wicaksono, selaku Koordinator Program Pasar Raya, mengatakan bahwa untuk pembelian stand pada bulan April akan diberikan potongan harga sebesar 15%, sedangkan pembelian sampai tanggal 16 Mei potongan harga diberikan sebesar 10%.

Read more...